Aku punya banyak teman. Ada teman se geng, geng A, geng B, geng C, bla bla. Aku orang yang sangat terbuka sebenarnya. Kalau aku cerita, aku ingin didengarkan saja. Atau dukungan saja. Atau kalau mau mengingatkan, setidaknya, tidak menyalahkan, atau menyepelekan perasaan yang aku alami. Tapi tidak ke semua orang aku berani cerita tentang kehidupanku, yang sebenarnya banyak rahasianya. Kadang aku ceritakan hanya sebagian. Tapi, kala itu aku lagi sangat down. Aku yang merasa bahwa kesulitan rumah tangga harus dihadapi sendiri, jangan cerita buruknya ke orang lain. Kali itu aku kelepasan cerita. Dan ternyata entah perasaanku saja atau bagaimana, mereka memang mendengatkan dan menanggapi. Tapi mereka tidak pernah bertanya keadaanku, apa aku baik-baik saja? Seolah-olah aku yang salah sehingga semua ini terjadi. Seolah-olah aku yang harus memperbaiki diri. Atau mungkin memang benar begitu. Atau mungkin memang benar seharusnya mereka tak tahu.
Hallo, kenalin. Aku seorang wanita yang sudah tidak lajang. Saat ini lagi sibuk kerja, dari jam setengah sembilan pagi, sampai jam setengah 5 sore. Tapi biasanya aku masih kerja sampai pengen pulang. Kadang jam setengah 6, kadang jam setengah 7, sesuka hati balik jam berapa. Kadang pun makan malam dulu sebelum pulang. Sampai rumah ya sekitaran jam 9. Penting. Sore hari kadang kerjaanku beneran banyak. Kadang juga cuma bengong bengong scroll instagram. Aku bisa dibilang termasuk instagram addict. Bisa scrolling terus terusan. Tapi ini juga tidak penting. Aku kerja di perusahaan yang tidak cukup terkenal di negaraku. Tapi kemarin bisa membagian deviden dengan persentase yang cukup besar. Saham perusahaanku sebagian besar dimiliki oleh perusahaan besar dari Jepang. Aku sudah bekerja sekitar hampir 9 tahun disini. Bahkan sejak lulus kuliah aku belum pernah sama sekali berpindah. Ah biasa aja. Kehidupanku normal, biasa saja seperti tulisan awal pembuka ini. Ya mungkin kedengaranya memb...